Tulisan-tulisan di laman www.duniasantri.co sudah mulai banyak disitas untuk keperluan penulisan karya ilmiah yang terbit dalam berbagai bentuk publikasi. Ia telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem dunia akademik.
Setidaknya itulah yang tergambar dari hasil analisis yang dilakukan oleh Manus AI (Artificial Intellegence). Manus AI adalah agen AI otonom (autonomous AI agent) yang dirancang untuk berpikir, merencanakan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks secara mandiri, dari awal hingga akhir, dengan intervensi manusia yang minimal. Peranti pintar ini dapat digunakan untuk meriset data dan menyusun laporannya.

Dalam hal ini, riset dilakukan untuk membaca sitasi karya ilmiah terhadap data yang ada di duniasantri.co periode 2021-2026. Data yang dibaca disediakan oleh mesin pencari Google Scholar. Platform ini oleh Google memang dirancang khusus untuk menemukan literatur ilmiah, seperti jurnal peer-reviewed, tesis, buku, abstrak, hingga prosiding konferensi. Kata kunci yang digunakan adalah “duniasantri.co”.
Berdasarkan penelusuran Manus AI, per 4 Juni 2026 di Google Scholar terdapat 49 karya ilmiah yang menyitas data pada duniasantri.co sebanyak 116 sitasi. Artinya, dalam 49 karya ilmiah, data yang terdapat pada laman duniasantri.co disitas sebanyak 116 kali. Karya-karya ilmiah tersebut diterbitkan dalam berbagai publikasi ilmiah, seperti jurnal ilmiah internasional, konferensi, repositori, dan buku. Ada jurnal terindeks Scopus (Q1), Sinta, repositori institusional, dan jurnal lokal.
Distribusi Berdasarkan Tahun Publikasi

Berdasarkan data yang terbaca, jumlah karya ilmiah yang menyitas duniasantri.co terbanyak pada tahun 2024 dan 2025, 11 dan 24 publikasi dengan 11 dan 20 sitasi. Yang menarik, sitasi terbanyak justru pada 2021, hanya ada dua karya ilmiah, tapi terdapat 65 sitasi.
Distribusi Berdasarkan Jenis Publikasi

Jika didasarkan pada jenis publikasinya, yang terbanyak adalah artikel jurnal. Terdapat 31 artikel jurnal atau 63 persen dari keseluruhan karya ilmiah, dengan 103 sitasi. Artinya, tiap artikel rata-rata memuat 2,32 sitasi. Berikutnya repositori (9), alias penyimpanan data atau informasi untuk kepentingan ilmiah. Jika dilihat dari jenis sitasinya juga beragam. Ada yang sebagai sumber primer, referensi, subjek analisis, dan referensi artikel. Artinya, data pada laman duniasantri.co digunakan dengan cara beragam pula untuk penelitian akademik. Ada yang dijadikan sebagai sumber atau data primer untuk analisis akademik. Ada yang dijadikan pendukung dalam argumen akademik dan tinjauan literature. Dan, ada pula yang dijadikan subjek analisis studi akademik.
Distribusi Berdasarkan Indeks Akademik

Sementara itu, berdasarkan indeks akademiknya, terdapat satu artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmiah terindeks Scopus (Q1) dengan 61 sitasi, satu artikel di jurnal terindeks Scopus dengan 6 sitasi, dan dua artikel di jurnal terindeks Shinta 2 dengan 13 sitasi. Yang terbanyak dipublikasikan di jurnal lokal dan regional, berjumlah 26 artikel dengan 27 sitasi. Disusul repositori institutional sebanyak 14 artikel. Meskipun hanya satu artikel yang dipublikasi jurnal terindeks Scopus (Q1), namun dinilai memiliki dampak sangat tinggi dalam dunia akademik, dan diberi “bintang lima”. Artikel tersebut berjudul “Theology of Health of Quranic Pesantren in the Time of Covid-19.” Artikel yang ditulis oleh Baidowi dkk tersebut terbit di Jurnal HTS Theological Studies Vol 77 No 4, 2021. Yang dirujuk oleh artikel tersebut adalah tulisan berjudul “Mendadak Jabariyah” yang dimuat duniasantri.co pada 23 Maret 2020 klik di sini.
Domain Utama Kajian

Tentu saja, wajar jika domain utama karya-karya ilmiah tersebut mengelompok pada studi agama dan pendidikan Islam, yang memang menjadi corak dasar duniasantri.co. Sebagian besar, atau hampir 50 persen, karya-karya ilmiah tersebut berelasi dengan bisang teologi Islam, otoritas agama, tradisi pesantren, dan isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam. Dalam hal tersebut, duniasantri.co disebut menyediakan materi sumber primer bagi para sarjana yang mempelajari komunitas santri dan praktik institusional Islam.
Yang menarik, tidak sedikit karya ilmiah yang melakukan kajian bidang sastra, studi budaya, dan ilmu sosial juga menyitas data dari duniasantri.co. Misalnya, analisis akademik tentang karya kreatif oleh santri (terutama santri perempuan), dinamika gender dalam konteks pendidikan Islam, dan ekspresi budaya dalam komunitas pesantren, dan interdisipliner tentang isu-isu sosial, pengembangan komunitas, kepemimpinan, dan hukum karena berkaitan dengan pesantren dan komunitas santri. Bahkan, di luar itu masih ada isu seputar teknologi, filosofi, studi lingkungan, dan kesehatan di duniasantri.co yang dijadikan rujukan sejumlah karya ilmiah.

Jika dilihat dari latar belakang institusi, para peneliti tersebut paling banyak datang dari Universitas Islam Negeri (UIN), 45 persen. Disusul kemudian Universitas Islam Swasta (20%), Universitas Umum (16%), Institusi Internasional (10%), dan lainnya (8%).
Berdasarkan pembacaannya, Manus AI akhirnya menyimbulkan bahwa duniasantri.co telah menjadi sumber yang kredibel dan relevan untuk penelitian ilmiah, terutama di bidang-bidang seperti teologi, pendidikan, studi Islam kontemporer, kepesantrenan, transformasi digital, serta gender dan literasi. Namun begitu, juga direkomendasikan agar duniasantri.co membangun kemitraan dengan institusi akademik reginonal dan internasional serta meningkatkan visibilitas internasionalnya. Rekomendasi tersebut diberikan agar duniasantri.co semakin kuat kontribusinya dalam penelitian atau studi-studi agama dan sosial yang terus berkembang.
Sebenarnya, duniasantri.co memang telah dirancang untuk menuju ke sana. Misalnya, pada tahun 2026 ini telah diikhtiarkan untuk bisa diselenggarakan residensi penulisan karya ilmiah di beberapa kota. Ikhtiar ini melibatkan atau dikerjasamakan dengan lembaga-lembaga penelitian atau institusi akademik. Selain memperkuat positioning duniasantri.co, juga dimaksudkan untuk menguatkan tradisi menulis ilmiah di kalangan santri. Termasuk, nantinya juga akan digencarkan lomba-lomba penulisan karya ilmiah baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab. Bahkan, jika dimungkinkan, juga akan dimunculkan jurnal ilmiah duniasantri, untuk menyambut menjamurnya ma’had aly di berbagai pesantren di Indonesia. Itu akan menjadi langkah kecil menuju ekosistem akademik di dunia pesantren.
