Merayakan 7 Tahun Perjalanan duniasantri

Senin (17/8/2026) sore itu, Rumah Merah kembali dipenuhi orang-orang yang pernah menanam gagasan tentang duniasantri. Rumah milik almarhum Bisri Effendy, salah satu pendiri jejaring duniasantri (JDS), menjadi tempat berkumpul para pendiri dan pegiat JDS dalam memperingati tujuh tahun perjalanannya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, suasana Rumah Merah yang berada di bilangan Kukusan, Depok, Jawa Barat, diwarnai pertemuan, nostalgia, dan percakapan tentang perjalanan JDS sejak pertama kali lahir pada 17 Agustus 2019. Acara dikemas dalam tumpengan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan tujuh tahun sekaligus menjadi momentum untuk kembali menyambung ingatan para penggeraknya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rumah itu memiliki arti khusus. Di sanalah sebagian gagasan dan percakapan tentang lahirnya duniasantri pernah berlangsung. Karena itu, perayaan tujuh tahun di Rumah Merah terasa seperti membawa JDS kembali kepada salah satu titik penting sejarahnya.

Ketua Dewan Pengurus JDS, Mukhlisin Ashar, turut menyampaikan sambutan dalam pertemuan tersebut. Ia menjadi bagian dari orang-orang yang terus mengawal perjalanan JDS hingga memasuki usia tujuh tahun.

Salah satu anggota Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) yang hadir, KH Dr Ahmad Suaedy, mengaku senang dapat terlibat dalam komunitas JDS. Ia berharap jejaring tersebut tidak hanya berjalan, tetapi mampu tumbuh bersama melalui kolaborasi para anggotanya.

“Saya senang sekali dilibatkan dalam komunitas ini. Saya berharap kita bisa berjalan bahkan berlari bersama,” ujarnya.

Dekan Fakultas Islam Nusantara UNUSIA Jakarta ini uga menyampaikan refleksi atas keterlibatannya selama ini. Ia mengakui belum banyak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan JDS, meskipun sejumlah kegiatan pernah berlangsung di rumahnya.

Menurutnya, duniasantri memiliki ruang dan pembaca tersendiri di tengah masyarakat. Karena itu, JDS diyakini memiliki peluang untuk terus berkembang, terutama jika jejaring tersebut semakin terbuka dan mampu menjangkau publik yang lebih luas.

“duniasantri punya pasar sendiri, sehingga insyaallah bisa tumbuh dengan baik. Hanya perlu agak mempublik,” katanya.

Ia juga menyinggung kegiatan JDS yang pernah berlangsung di Yogyakarta pada Juli 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa JDS memiliki potensi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih besar dan menarik perhatian publik.

Tinggalkan Balasan