Ketua Panitia Sahur bersama Ibu Nyai Shinta Nuriyah tahun 2026, Achmad Fathul Iman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk meneladani nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan toleransi di tengah situasi kebangsaan yang dinilai memerlukan penguatan fondasi sosial.
“Kegiatan sahur keliling bersama Ibu Nyai Shinta ini bukan hanya agenda seremonial. Ketika demokrasi terasa goyah, ruang-ruang kebersamaan seperti inilah yang menguatkan fondasinya. Demokrasi bukan hanya soal politik, tetapi tentang keadilan, keberpihakan pada yang lemah, serta keberanian menjaga suara nurani,” ungkapnya.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang, Nyai Hj. Rika Fauziyah Andarini. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap momentum sahur bersama mampu mempererat persaudaraan dalam berbagai dimensinya.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia atas terselenggaranya acara ini. Semoga ini mampu mempererat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah, sekaligus mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Semoga kita bisa meneladani Gus Dur dan juga Ibu Nyai Shinta,” tuturnya di hadapan hadirin.
Merawat Indonesia
