Haul ke+34 KH Hamim Tohari Djazuli alias Gus Miek di Desa Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, Minggu (30/5/2026) malam, dipadati puluhan ribu jemaah. Selain untuk Gus Miek, momen ini sekaligus memperingati Haul ke-7 Ibu Nyai Hj. Lilik Suyati, istri dari almarhum Gus Miek.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai Korda (Koordinator Daerah) serta Travo (penggerak Moloekatan dan Dzikrul Ghofilin di tingkat kecamatan). Rangkaian acara haul eksklusif ini dimulai sejak pagi hari dengan semaan Al-Qur’an hingga menjelang Maghrib.

Setelah salat Maghrib, acara dilanjutkan dengan pembacaan Dzikrul Ghofilin hingga Isya. Memasuki pukul 20.30 WIB, acara inti dimulai dengan pembacaan Juz 30, lantunan Qiroah oleh Ustaz Ibnu Mas’ud, pembacaan tahlil oleh Ustaz Rofi’i, serta pembacaan syiir Ya Arhamarrohimin dan Yaa Rahmatullahi Zuuri. Acara kemudian ditutup dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH Tijani Robert Saifunnawas (Gus Robert) selaku Penanggung Jawab Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan.
Dalam mauidhohnya, Gus Robert—putra ketiga KH. Hamim Thohari Djazuli (Gus Miek)—menyampaikan bahwa tujuan utama Gus Miek mendirikan Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin adalah untuk membentuk pribadi yang gemar mengevaluasi diri.
Melalui introspeksi tersebut, seseorang diharapkan bisa menjadi pribadi yang “tahu diri”, sehingga lebih mudah untuk mengenal Allah SWT.
Selain itu, Gus Robert juga berpesan agar para jemaah seyogianya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi siapapun yang membaca serta mencintainya.
Gus Robert juga mengingatkan bahwa kita boleh saja merencanakan urusan duniawi untuk jangka panjang, tetapi jangan sampai lupa merencanakan masa depan yang abadi untuk akhirat kita.
Gus Robert kemudian mengutip perkataan Bung Karno, “Janganlah melihat masa depan dengan mata buta, tapi gunakan juga masa lampau karena berguna sekali untuk menjadi kaca benggala di masa yang akan datang.”
Seluruh rangkaian kegiatan mulia ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Robert.
