Barulah saat itu air mata penyesalan yang sejati jatuh membasahi pipi kasarnya. Namun kesadaran itu datang sudah terlambat jauh sekali untuk menebus segala apa yang telah rusak. Kini ia paham sepenuhnya jawaban atas pertanyaan yang dulu ia ajukan dengan nada kasar itu: ke mana perginya burung‑burung itu? Mereka pergi menjauh karena tangan yang hendak berbuat kebaikan ternyata sudah kotor terlebih dahulu.
