MERDEKA YANG LAHIR DARI DOA DAN PERJUANGAN

Kami menyambungnya
dengan keberanian berkata benar
ketika banyak orang memilih diam,
dengan kesediaan belajar
ketika zaman mengajak lupa,
dan dengan kesetiaan merawat negeri
dari hal-hal kecil
yang sering tidak dipuji.

Pada 17 Agustus ini,
kami tidak ingin menjadi
generasi yang hanya pandai
menghafal nama pahlawan,
tetapi lupa meneladan
pengorbanannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kami tidak ingin kemerdekaan
berhenti pada kibaran bendera,
sementara di sekitar kami
masih ada suara yang tak didengar,
perut yang belum kenyang,
dan cita-cita yang tertahan
di pintu-pintu kesempatan.

CINTA YANG TUMBUH DALAM SABAR DAN DOA

Di malam yang pelan dan tenang,
aku menyimpan rindu di atas sajadah.
Bukan karena ingin terburu-buru memiliki,
tetapi karena aku sedang belajar sabar.

Kalau cinta memang ujian,
maka sabar adalah cara agar hati tetap bertahan.
Bukan soal memiliki lebih cepat,
melainkan tetap berjalan di jalan yang diridai.

Aku belajar dari sunyi yang penuh makna,
dari doa yang tidak selalu terdengar,
dan dari hati yang memilih diam
agar tidak salah arah dalam mencinta.

Kalau memang ada nama yang ditulis untukku,
semoga ia datang bersama kebaikan dan ketenangan.
Sebab aku tak mencari cinta yang hanya singgah,
aku mencari cinta yang tumbuh pelan-pelan, lalu menjadi berkah.

Dan jika belum waktunya,
biarlah sabar menjadi tempat aku pulang.
Karena cinta yang dijaga doa,
selalu tahu ke mana ia harus bermuara.

Tinggalkan Balasan