PUISI DARI MAKAM PARA WALI

DI PUNCAK GUNUNG MURIA

Zikirku hanya seperti angin lalu
Yang terdengar merdu justru lagumu
Membelai lembut hatiku
Yang membatu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mungkin tembang sinom
Mungkin tembang kinanthi
Sebab baru ini malam
Aku mendengarmu bersenandung
Di pucuk gunung

Seperti kidung di ruang suwung
Entah senandung rinduku padamu
Entah senandung rinduku pada diriku
Yang dulu

Padahal sudah berabad-abad
Lagu-lagumu menuruni kaki gunung
Menyusuri lembah-lembah
Membawa pesan rindu
Dari sang maha perindu

Berlaksa pendar cahaya di bawah sana
Dalam kemalaman kota
Menjadi saksi bisu
Semakin zikirku menggebu
Semakin aku lebur luruh dalam lagumu

Bernyanyilah hatiku
Bersenandunglah jiwaku
Sang maha perindu
Menunggu

Gunung Muria, 2026.

SEPASANG BULAN DI KADILANGU

Bulan merah
Menginding
Di balik awan
Langit Kadilangu

Aku menapak jejak
Yang menggaris Demak

Bulan perlahan
Menyibak awan
Turun ke bumi
Seperti mimpi

Dalam suluk
Aku bernyanyi
Dalam linglung
Aku semedi

Sepasang bulan
Menatapku
Dari atas pusaramu
Engkaukah itu?

Kadilangu, 2026.

MENARA CINTA

Anakku…
Jika kau menginginkan
Pusaka sakti para wali
Datanglah ke menara ini

Mungkin kau tak bisa
Membedakan
Mana menara
Mana candi

Tapi ketahuilah, Anakku
Menara ini
Atau candi ini
Dibangun bukan dengan batu bata
Tapi seluruh pusaka para wali

Mungkin kelak
Kau sebut menara cinta
Sebab, pusaka sejati
Para wali
Adalah mencintai sesama

Menara Kudus, 2026.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan