Rabiah al-Adawiyah dan Romansa yang Melampaui Cinta Manusia

Romansa ala Rabiah bukanlah kisah tentang menolak jatuh cinta. Ini adalah kisah tentang menjaga agar hati tidak menjadikan makhluk sebagai kiblat. Sebab, ketika Allah menjadi cinta pertama, setiap cinta setelahnya akan menemukan tempat yang semestinya.

Mungkin inilah pelajaran terbesar yang diwariskan Rabiah kepada kita. Bahwa cinta paling dewasa bukanlah cinta yang paling gaduh, melainkan cinta yang paling menenangkan. Cinta yang tidak menuntut untuk dimiliki, tetapi mengajarkan cara mengikhlaskan. Cinta yang tidak membuat manusia lupa kepada Tuhan, justru semakin mendekatkannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di dunia yang semakin bising oleh kisah percintaan, suara Rabiah tetap terdengar lirih namun tajam. Ia mengingatkan bahwa romansa paling agung bukanlah ketika dua manusia saling mencintai, melainkan ketika seorang hamba berhasil menjadikan cintanya kepada Allah sebagai cahaya yang menerangi seluruh cinta yang lain.

Tinggalkan Balasan