LEBARAN TAK BERSAMA IBU
Rintih linang air mata
Menyelimuti tubuhku
Kasih yang tak lagi terasa
Kembali mengusik kalbu

Keadaan berbeda dari sebelumnya
Satu dekade telah berlalu
Jajanan buatan ibu
Manis rasanya membekas di bibirku
Pelukan ibu erat di dadaku
Hangatnya tak terganti waktu
Komunikasi hanya lewat tabur bunga
Doa lirih terucap penuh harap
Allahumma firlahu
Allahumma firlahu
GADGET IKUT LEBARAN
Untaian kata demi kata tersusun rapi
Diiringi flayer berwarna-warni
“Minal aidzin wal faizin, mohon lahir maaf batin.”
Manusia tafakur ilallah
Namun gadget pun ikut lebaran
Ucapan tanpa salaman
Apakah permohonan benar-benar tulus?
Ataukah sekadar tren
Sekadar takut tertinggal zaman?
Di luar sana petasan bertebaran
Di dalam hati hening yang dipertanyakan
Sumber ilustrasi: freepik.
