suasana bandongan bakda dzuhur.

Ramadan di Pondok Putri Tebuireng

Ramadan yang dikenal dengan bulan Al-Qur’an juga menjadi semangat dan motivasi para santri untuk berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur’an. Di Pondok Putri Pesantren Tebuireng, santri memiliki jadwal tadarus Al-Qur’an bakda maghrib. Meski, juga terlihat beberapa santri yang tidak lepas dari membaca mushafnya di selain jadwal tersebut untuk menuntaskan target khhatam.

Target khatam Al-Qur’an tersebut juga masuk dalam wishlist rencanaku selama Ramadan, bahkan sebelum perpulangan pondok. Karena kalau di rumah akan sangat sulit fokus untuk khatam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Salah satu ulama yang menjadi teladan dalam mencintai Al-Qu’an yakni KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah. Di tengah kesibukan bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, Pengasuh ke-7 Pondok Pesantren Tebuireng ini istikamah membaca Al-Qur’an satu juz bakda subuh di setiap harinya.

Masjid Ulil Albab (MU) yang merupakan masjid ikon Pondok Putri Pesantren Tebuireng selalu terlihat penuh dengan shaf jamaah di setiap salat lima waktu. Sesuatu yang menegaskan bahwa padatnya kegiatan tidak membuat santri lengah untuk menunaikan salat berjamaah.

Bukan hanya dalam aspek kegiatan, bahkan menu makanan jasa boga (jabo) santripun ikut menjadi lebih spesial di bulan Ramadan. Ada tambahan takjil yang berbeda-beda di setiap hari untuk menu buka puasa.

Jabo merupakan unit yang mengelola kebutuhan makan santri secara massal di pesantren. Sebagaimana arahan KH Salahuddin Wahid kala itu, jabo harus menetapkan standar gizi agar makanan yang diberikan kepada santri tidak hanya sehat dan bergizi, tetapi juga lezat.

Tinggalkan Balasan