Spirit Historis Arafah dan Runtuhnya Budaya Berpikir

Al-Qur’an sendiri berkali-kali menekankan pentingnya penggunaan akal dan tradisi berpikir kritis. Dalam Surah Ali ‘Imran ayat 190, Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ayat tersebut menunjukkan bahwa keimanan dalam Islam tidak dibangun di atas kepasrahan buta. Manusia diperintahkan membaca realitas, merenungkan kehidupan, dan menggunakan akalnya secara aktif.

Dalam tafsirnya, Fakhruddin ar-Razi menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan pentingnya aktivitas berpikir sebagai jalan menuju kesadaran spiritual. Artinya, Islam tidak memisahkan antara religiusitas dan intelektualitas.

Namun problem masyarakat modern justru memperlihatkan gejala sebaliknya. Budaya digital melahirkan pola hidup serba cepat dan dangkal. Pengetahuan direduksi menjadi konten singkat, diskusi berubah menjadi perdebatan emosional, dan kebenaran sering diukur berdasarkan popularitas di media sosial. Dalam situasi seperti ini, kemampuan berpikir mendalam semakin terpinggirkan. Manusia modern hidup dalam arus informasi yang cepat, tetapi kehilangan kemampuan refleksi.

Tinggalkan Balasan